Aku mencintaimu dalam diamku.
Dalam lakuku yang setiap detik memeriksa ponselku, barangkali ada pesan dengan namamu sebagai pengirimnya.
Tapi sayang.
Lagi-lagi sms dari provider telepon itu membuatku geram.
Aku mencintaimu dalam angkuhku.
Dalam keengganan menekan tombol hijau setelah nomormu kuselipkan.
Tapi sayang.
Jariku memilih menekan tombol hapus, yang memang sengaja dilama-lamakan. Diiringi tarikan kemudian desahan nafas panjang.
Aku mencintaimu dalam bingungku.
Dalam keputus-asaanku yang melihat centang biru dua sudah mengerling, namun hanya diam dan bisu sampai disana. Membuatku ingin masuk mendaftarkan diri dalam daftar pasien kejiwaan, yang rasa-rasanya bisa kulakukan karena gilaku sudah tidak tahu ada di tahap mana.
Aku mencintaimu dalam hilangku.
Dalam pertanyaanku yang heran melihat aku yang bukan aku. Melihat tubuhku namun bukan diriku. Mungkin jiwaku sudah hilang tak sengaja kau ambil lalu kau buang. Entah akupun tak tahu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar