Saya suka bingung dan kadang jadi senyam senyum sendiri kalau ada yang tanya : "Gimana di tempat kerja baru? Enak? Lebih enak mana daripada yang sebelumnya?"
Berangkat dari pertanyaan itu, saya jadi tahu salah satu sifat dasar manusia : Suka Membandingkan
Suka membandingkan gaji dia dan gaji dia.
Suka membandingkan kendaraan dia dan kendaraan dia.
Merk make up, brand hp, makanan, hidup, kerjaan pasangan, semua aja dibandingin.
Lalu setelah kamu bandingkan, lantas?
Apalah inti yang kamu dapat setelah tahu kalau kendaraanmu ke kantor harganya lebih mahal dari pada temanmu?
Waktu kamu tahu kalau kerjaan barumu jauh lebih enak dari kerjaan lamamu?
Toh pada satu titik, kamu akan bertemu satu kesamaan yang mutlak yang tidak bisa kamu tolerir : Masing-masing hal punya positive dan negative. Udah gitu doang.
Kerjaan lamamu lebih berat? Yakin? Coba deh pikir, -kalau mau mikir sih- pasti ada hal positive yang kamu dapat dari tempat kerja lama.
Enak sih memang di tempat kerja baru. Tapi yakin bakal happy selamanya?
Sudahlah. Berhenti membandingkan. Apa yang kamu kenakan, apa yang kamu pakai untuk berkendara, apa yang jadi makananmu, apa yang jadi sumber mata pencaharianmu, berbahagialah dengan itu sekarang. Tidak usah juga lantas jadi jumawa karena pada titik ini kamu sedang merasa paling bahagianya. Ada kok waktu sulitnya.
Membandingkan itu hanya akan memberikan 2 label. Baik dan tidak.
Sebagus apapun kategori yang kamu bandingkan, realitanya, itu hanya memberikan pemahaman baik dan tidak baik. Sadarkah kamu akan hal itu?
Jadi, ngga usah juga tanya dan banding-bandingkan hidup lama dan hidup baru seseorang ya.
Karena jawabannya saat itu juga engga mutlak jawaban selamanya kok.
Kalau alasanmu cuma buat basa basi, mmmm, pesan saya satu sih.
Besok besok kalau mau basa basi, yang agak berbobot dikit ya, biar ngga jadi basi beneran.